Rencana Perjalanan ke Jepang ~Hari Ketujuh~


Jumpa lagi denganku, di rencana hari ketujuh ini.....,,

Di hari ini, aku rencana bangun pagi dan akan menggunakan bathtab lagi semauku. Mumpung masih pagi nggak ada yang pakai. Hehee,,

Terus, aku pengen ngerti tentang dialek Osaka itu seperti apa. Dan katanya juga, ada kosakata tertentu yang dipakai sama orang Osaka-Kansai aja.
Bener nggak sih......??
                                                   

Jadi, aku akan tanya pada orang yang selalu siap sedia setiap saat (resepsionis hotel).
Atau kalau nggak gitu, aku akan tanya ke penghuni kamar yang lain waktu duduk-duduk santai di 3F F Lounge, salah satu fasilitas hotel juga tuh.
Itung-itung bisa nambah pengetahuan juga dalam perjalanan nanti.

Sarapan?? Di hotel aja......, saya terima apapun kok.



Untuk hari ketujuh ini sih, aku rencana pergi ke Umeda Sky Building.
Kenapa pengen kesana....??

Itu karena tiba-tiba aku teringat akan Umeda Sensei yang cakep itu. Hahahaa,,
Alasan yang konyol banget sih?! 



Okay, untuk mencapai Umeda Sky Building ini, aku akan memilih rute kereta Namba - Imamiya - Osaka. Seperti biasa, kereta yang aku gunakan adalah kereta JR. Perjalanan kali ini membutuhkan waktu sekitar 32 menit, berangkat jam 12:00 JST dan tiba jam 12:32 JST. Biaya sebenarnya 190 yen.

Setelah sampai di stasiun, nanti paling aku akan jalan kaki, karena letak Umeda Sky Building ini di antara Osaka Station dan Umeda Stasion. Bangunan ini akan langsung kelihatan kok, karena tingginya itu mencapai 173 m.



Umeda Sky Building

Sebenarnya, bangunan ini terdiri dari 2 bangunan yang disambungkan dengan Floating Garden Observatory pada lantai ke-39.

Rencana perjalanan ke bangunan tinggi lagi ya, aku memang suka ketinggian sih.
Dari atas Umeda Sky Building atau juga bisa disebut Umeda City tersebut kita akan bisa melihat pemandangan kota yang luas dan bagus.
                                                                      

Beberapa hal yang menarik dari Umeda Sky Building ini yaitu :
* Takimi Lane Restaurant
   Sebuah restoran dengan konsep tentang romantisme kota di awal Zaman Showa.
   Terletak di ruangan bawah tanah pertama dari Umeda Sky Building.
* Hanano
   Kebun dengan suasana nostalgia pedesaan.
* Chushizenno-mori
   Sebuah taman dengan air terjun di dalamnya, yang bisa membawa pada suasana pedesaan dengan kuil.
Suasana Resto

Gambaran Taman di Umeda














Di Umeda nanti aku mau lihat-lihat kota dari atas. Sama maen di kebun bunga yang disebut sebagai "floating garden". Sama mau makan di Takimi Lane Restaurant, gimana ya suasana real di Era Showa nanti......??

Aku berpikiran balik ke hotel sekitar jam 5-an sore. Melalui rute, Osaka - Imamiya - Namba selama 23 menit. Naik kereta JR Osaka Loop Line & Kansai Line. Berangkat jam 05:06 JST dan tiba di jam 05:29 JST. Biaya sebenarnya habis 190 yen.

Sampai di hotel, bebersih dulu and langsung tidur deh..


Rencana Perjalanan ke Jepang ~Hari Keenam~


Di hari keenam nanti, aku berada di Osaka.

Hmm....., lalu mau ngapain aja ya??
                                                       


Ahh, karena kali ini di Osaka, aku akan pergi ke Osaka Castle dulu.

Untuk ke Osaka Castle, aku akan pergi ke Osakajokoen Station. Nanti aku akan memilih rute Namba - Shin-Imamiya - Osakajokoen. Perjalanan ini membutuhkan waktu 21 menit dengan menggunakan kereta JR (Kansai Line + Osaka Loop Line). Berangkat pada jam 10:01 JST dan tiba di Kyobashi pada jam 10:22 JST.

Biaya sebenarya 170 yen, tapi disini aku menggunakan JR Pass-ku. Aku selalu mencari transport by JR nih, karena mau memanfaatkan gratisan terus. Hehehehee,,

Kalau nanti tiba di Osakajo-koen Station, aku akan langsung ke Osaka Castle. Kesana jalan kaki aja, katanya sekitar 15 meit gitu deh.






Osaka Castle




Menurut Japan Guide-san, Osakajo ini merupakan tempat wisata nomor 1 yang banyak dikunjungi wisatawan loh.

                                    

Merupakan lambang dari Kota Osaka sendiri. Kalau ada kata Osaka, yang terlintas biasanya Osakajo atau dialek mereka. Aku pengen kesana karena ingin wisata sejarah dan juga melihat makam Hideyori (anak Hideyoshi), katanya Kodai dulu sih meninggalnya disitu.

Untuk memasuki wilayah Osakajo, akan dikenakan biaya 600 yen. Dibuka dari jam 09:00-17:00 JST.
Osakajo ini mulai dibangun pada tahun 1583. Berdiri di atas situs Ishiyama Honganji Temple yang sebelumnya telah hancur. Osakajo ini juga dimaksudkan Hideyoshi untuk menjadi pusat pada saat Hideyoshi memerintah. Menurut info, Osakajo ini telah dipugar beberapa kali, karena alasan rusak atau kebakaran. Seperti pada saat Tokugawa Ieyasu menyerang Hideyori yang berada dalam istana ini. Hal itu menimbulkan kerusakan yang banyak. (ahh, kodai lagi deh)


Meskipun telah banyak terjadi kerusakan, tapi masih ada 13 bagian penting yang masih asli. Beberapa diantaranya :

Sakura-mon
Gerbang utama untuk bagian dalam Osakajo

Inui-yagura (Turret)
Melindungi sisi Barat-Utara
Kinmeisui Well and Roof
Sumur paling penting Osakajo, awalnya disebut Ogonsui Well (Sumur air emas)

Kinzo Storehouse
Penyimpanan koin emas & perak

Saat ini, katanya, menara dari Osakajo sudah modern bahkan sampai ada elevator agar mudah diakses. Modern banget ya.....,,
                                                         

Rasanya bakal lama nih jalan-jalan di Osakajo, secara tempatnya luas banget. Ada tamannya juga loh disana, namanya Nishinomaru Garden. Pada saat musim semi, taman ini juga dijadikan salah satu tempat hanami juga karena ada 600 sakura disana.

Nishinomaru Garden saat musim semi

Ohh iya, untuk makam Hideyori yang bunuh diri, menurut yang aku baca sih dia bunuh diri setelah pengajuan permohonan ampun baginya ditolak oleh Tokugawa. Pada waktu itu mereka mereka perang di benteng ini. Hideyori dikatakan bunuh diri dengan ibunya.

Tempat bunuh diri, makam Hideyori & ibunya.



Hmmmm....., selesai dari Osakajo rasanya sore'an ya..

Sebelumnya, siangnya, aku mau makan siang di Restaurant Riviere yang ada di Hotel Osaka Castle. Mau makan kyassuru ranchi yang harganya 1.000 yen.





Nanti sorenya, aku mau balik ke hotel jam 4-an. Naik kereta JR rute Osakajokoen - Tennoji - Namba, yang memakan waktu 23 menit. Biaya sebenarnya 170 yen.



Kalau sampai di hoel nanti, aku mau mandi dan dan berendam di bathtab+sauna, mau merilekskan badan dulu. Semoga airnya hangat ya. Kalau berendam di bathtab umum gitu rasanya kayak pergi ke pemandian umu ya. Hahaa,,


Yahh...., itulah rencana untuk hari keenam ku..